
Jakarta, Escape Quiniere Indonesia
—
Tujuh warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia usai hilang dalam insiden kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak,
Malaysia
, Senin (11/5) lalu.
Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) Heni Hamidah mengatakan ketujuh WNI ditemukan tewas dalam proses pencarian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dari 14 orang WNI yang sebelumnya dalam proses pencarian, 7 orang telah ditemukan meninggal dunia dan saat ini berada di rumah sakit di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat,” kata Heni dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5).
Heni menambahkan tujuh WNI lain hingga kini masih belum ditemukan.
“Hingga info ini disampaikan, 7 orang lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Heni.
Kapal yang membawa 37 WNI tenggelam di perairan Pulau Pangkor pada Senin lalu. Dua puluh tiga WNI berhasil diselamatkan, sedangkan 14 lainnya hilang.
Para WNI diduga hendak memasuki Negeri Jiran untuk tujuan bekerja.
Kepala Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak, Mohamad Shukri Khotob, mengatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan puluhan WNI berangkat dari Kota Kisaran, Sumatra Utara, pada 9 Mei lalu, dengan sejumlah tujuan, termasuk Penang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.
Berdasarkan keterangan Heni, para WNI sebagian besar tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.
“Kemlu akan mengirim tim untuk melakukan penelusuran keluarga korban yang diduga berasal dari wilayah Sumatara Utara. Hal tersebut untuk keperluan identifikasi korban yang selamat dan meninggal serta pembuatan dokumen terkait untuk penanganan selanjutnya,” kata Heni.
Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kuala Lumpur berkoordinasi dengan Polis Maritim Malaysia untuk penanganan para WNI korban kecelakaan tersebut. KBRI akan memberikan fasilitasi kekonsuleran serta dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai kebutuhan.
“Kemlu menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jalur non prosedural atau ilegal untuk bekerja ke luar negeri,” ucap Heni.
(blq/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Escape Quiniere]
Baca lagi: Berapa Gaji Ketua MA Singapura dan Malaysia Dibandingkan RI?
Baca lagi: Pasar Kaget Makkah Jual Oleh-oleh Haji hingga Gorengan, Bayar Pakai Rp
Baca lagi: Tak Main-main, 5 Tanaman Herbal Ini Bisa Bikin Kamu Tetap Awet Muda



2 Responses
Bagian tentang keyword sangat membantu. Saya juga sempat membaca
cara mencari keyword potensial yang cukup mudah dipahami.
Saya sudah beberapa kali menggunakan link alternatif terpercaya dari sini dan sampai sekarang aksesnya masih lancar tanpa kendala.