Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Bulan Depan

Jakarta, Escape Quiniere Indonesia

Mantan Perdana Menteri

Thailand

yang tengah dipenjara,

Thaksin Shinawatra

, akan dibebaskan lebih awal dari tahanan bulan depan. Thaksin dibui sejak September 2025 lalu karena kasus korupsi.

Departemen Pemasyarakatan Thailand dalam pernyataannya mengatakan miliarder berusia 76 tahun itu akan dibebaskan pada 11 Mei dan harus mematuhi semua ketentuan hingga masa percobaan berakhir.

Menurut departemen tersebut, faktor usia dan fakta bahwa dia hanya memiliki waktu kurang dari satu tahun untuk menjalani hukuman, menjadi alasan Thaksin dibebaskan lebih awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Thaksin menjalani hukuman di penjara Bangkok usai Mahkamah Agung memutuskan tahun lalu bahwa ia secara tidak sah menjalani hukuman pada tahun 2023 lalu di sebuah rumah sakit, bukan di sel penjara.

Dia terpilih sebagai perdana menteri pada 2001 dan 2005, namun kemudian mengasingkan diri setelah masa jabatan keduanya dikudeta militer.

Usai kembali ke Thailand pada Agustus 2023, dia dijatuhi hukuman penjara delapan tahun karena tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Namun alih-alih masuk penjara, dia justru dirawat di kamar pribadi rumah sakit karena alasan kesehatan, hukumannya dikurangi menjadi satu tahun lewat pengampunan kerajaan, dan dibebaskan sebagai bagian dari skema pembebasan diri untuk narapidana lanjut usia.

Kemudian pada September 2025, MA memutuskan bahwa Thaksin tidak menderita kesehatan kritis dan waktu yang dihabiskannya di rumah sakit tidak dapat dihitung sebagai masa tahanan.

Hal inilah yang menyebabkan dia dimasukkan ke dalam penjara untuk menjalani hukuman satu tahun.

Dilansir AFP, klan politik Thaksin selama dua dekade belakangan ini menjadi musuh utama elite pro-militer dan pro-kerajaan Thailand.

Partai Pheu Thai miliknya merupakan partai politik paling sukses di Thailand, di mana empat orang dari keluarga ini telah menjabat sebagai perdana menteri.

Namun Pheu Thai mengalami hasil pemilu terburuk sepanjang sejarah pada Februari kemarin. Meski begitu masuknya Pheu Thai dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul telah membuka kemungkinan untuk kembali ke kancah politik.

(dna)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Detik-detik Israel Cegat Kapal GSF di Perairan Yunani saat Menuju Gaza

Baca lagi: Berkat Taylor Swift, Musisi Univesal Music Group Dapat Rezeki Nomplok

Baca lagi: Transaksi Global Naik 137 Persen, Livin’ by Bank Mandiri Incar China

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: