
Jakarta, Escape Quiniere Indonesia
—
Penembakan
terjadi di sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi,
Thailand
, pada Jumat (7/8).
Sebanyak tujuh orang meninggal dunia, termasuk pelaku penembakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BBC
melaporkan insiden terjadi di sekolah elite Debsirin Nonthaburi di distrik Bang Kruai pada pukul 10.00 pagi waktu setempat.
Polisi Nonthaburi mengatakan pelaku penembakan merupakan murid sekolah menengah pertama (SMP) kelas sembilan, berusia sekitar 14 tahun.
Menurut keterangan saksi mata, pelaku sempat berkeliaran ke ruang-ruang kelas sebelum melepas tembakan. Ia juga sempat mendekam di sebuah ruangan setelah melancarkan aksinya.
Setidaknya 15 orang terluka dalam insiden tersebut.
Polisi mengatakan pelaku saat ini tewas, diduga karena bunuh diri.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul telah menyampaikan belasungkawa atas peristiwa ini. Ia mengatakan insiden ini menggarisbawahi larangan bagi warga sipil untuk memiliki senjata.
“Ini sungguh buruk. Hal ini seharusnya tidak terjadi. Saya tidak hanya merasa prihatin terhadap para korban, terapi juga menyayangkan terjadinya peristiwa ini. Bagaimana hal superti ini bisa terjadi di negara kita?” kata Anutin.
“Inilah sebabnya pemerintah tidak mengizinkan (warga) memiliki senjata api,” tambah sang PM.
Thailand merupakan salah satu negara dengan tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di Asia Tenggara. Diperkirakan ada sekitar 10 juta pucuk senjata api yang beredar dimiliki warga, atau sekitar satu senjata untuk setiap tujuh penduduk.
Janji pemerintah sebelumnya untuk memperketat aturan kepemilikan senjata belum mampu mencegah terjadinya penembakan berulang.
Pada Februari, polisi Thailand juga menembak dan menangkap seorang remaja pelaku penembakan di sebuah sekolah di wilayah selatan negara itu. Insiden tersebut menewaskan kepala sekolah dan melukai dua siswa.
Pada 2022, seorang mantan polisi yang membawa senjata api dan pisau menyerbu sebuah taman kanak-kanak di wilayah utara Thailand dan membunuh 24 anak serta 12 orang dewasa. Insiden ini menjadi salah satu kasus pembantaian paling mematikan di Thailand.
Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu. Misalnya saja Komunitas Save Yourselves melalui Instagram @saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.
(blq/bac)
[Gambas:Video Escape Quiniere]
Baca lagi: Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS
Baca lagi: Promo Kemerdekaan Mitsubishi Bisa Dapat Apa Saja?
Baca lagi: James Gunn Respons Rumor The Batman 2 dan 3 Digarap Bareng




4 Responses
Tulisan ini benar-benar membuka mata saya. Saya pernah mencoba strategi serupa namun gagal karena tidak memperhatikan urutan langkah yang benar seperti yang dipaparkan secara runtut dalam artikel ini.dara 88 link alternatif
Membaca keseluruhan artikel ini memberikan pemahaman mendalam bagi saya. Penulis tidak sekadar mengurai masalah dari permukaannya saja, melainkan berhasil membedah akar penyebab yang sering kali diabaikan. Pendekatan yang berimbang seperti ini sangat langka dan berharga. Semoga tulisan-tulisan berkualitas seperti ini terus diproduksi secara konsisten.misteruntung login
Tulisan yang sangat komprehensif ini benar-benar memuaskan rasa ingin tahu saya. Pemaparan dari latar belakang masalah hingga pencarian solusi disusun dengan alur yang sangat elegan. Pembaca benar-benar dituntun untuk memahami gambaran besarnya secara utuh. link alternatif
Gagasan-gagasan yang disampaikan di dalam artikel ini sangat visioner namun tetap membumi. Penulis paham betul konteks tantangan zaman dan mampu menawarkan solusi adaptif yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan milenium 88