Profil Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicopot Kerajaan

Jakarta, Escape Quiniere Indonesia

Sultan Brunei

Hassanal Bolkiah mencabut gelar kerajaan menantunya Pengiran Raabi’atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah, karena dianggap melakukan perilaku tidak pantas dan mencoreng nama baik kerajaan.

Kantor Kepala Protokol Kerajaan (Grand Chamberlain) Brunei mengumumkan pencabutan gelar terhadap Pengiran Raabi’atul Adawiyyah pada Sabtu (8/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penjabat Kepala Protokol Kerajaan, Pengiran Haji Raffizanna Pengiran Haji Razali, menyatakan bahwa keputusan pencabutan gelar itu merupakan titah kerajaan yang dikeluarkan oleh Sultan.

Menurut laporan media, gelar kerajaan itu dicabut lantaran Pengiran Raabi’atul Adawiyyah melakukan perilaku tidak pantas, mencoreng nama baik kerajaan, dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap Sultan Hassanal Bolkiah.

Meski demikian pihak Kerajaan Brunei tidak merinci perilaku apa yang dilakukan menantu sultan, yang berbuntut pada pencopotan gelar kerajaan.

Profil Pengiran Raabi’atul Adawiyyah

Pengiran Raabi’atul Adawiyyah menikah dengan putra Sultan Hassanal Bolkiah, Pangeran Abdul Malik, pada April 2015 lalu. Dari pernikahan itu, rumah tangga mereka dinikahi empat orang anak.

Lahir pada tahun 1992, Raabi’atul adalah anak kedua dari 10 bersaudara. Dia juga disebut berasal dari keluarga dengan status bangsawan atau pengiran.

Dikutip dari

detikcom

, sejak kecil dia mengenyam pendidikan di sekolah yang cukup bergengsi yakni di Al-Falaah School hingga tahun 2003, kemudian di Rimba I Primary School, Menglait Secondary School, dan Rimba Secondary School.

Setelah lulus sekolah pada 2012, Raabi’atul sempat bekerja di perusahaan konsultan IT ternama di Brunei sebagai System Data Analyst. Setahun setelahnya, dia bekerja sebagai IT Instructor di HAD Technologies yang juga bergerak di bidang IT.

Selain menekuni minat di bidang informasi dan teknologi komunikasi, Raabi’atul juga disebut aktif pada berbagai kegiatan keagamaan, termasuk kompetisi membaca Al Quran. Pada usianya yang masih remaja, dia kerap mengikuti beberapa lomba membaca Al Quran untuk mewakili sekolahnya.

Raabi’atul menikah dengan Pangeran Abdul Malik pada 2015 di Istana Nurul Iman. Pernikahan mereka sempat jadi sorotan di mana busana Raabi’atul dihiasi emas, berlian, dan zamrud. Buket bunganya juga dibuat dari permata dan logam mulia berbentuk bunga.

Setelah menikah, Raabi’atul beberapa kali mendampingi Pangeran Abdul Malik, salah satunya saat kunjungan resmi ke Singapura pada 2016. Di dalam negeri, dia juga beberapa kali menemani suami menjalankan tugas sebagai wakil pribadi Sultan.

(bac/dna)

Baca lagi: Wacana Pilkada Tanpa Wakil, Ganjar Minta DPR Bentuk Pansus RUU Pemilu

Baca lagi: Kebakaran Bromo Meluas Hingga 550 Hektare, Api Dekati Permukiman Warga

Baca lagi: BMKG Prediksi 2 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini

3 Responses

  1. Apresiasi setinggi-tingginya untuk penulis artikel ini. Tulisan ini tidak hanya sekadar informatif, melainkan juga memiliki kedalaman filosofis dan praktis sekaligus. Gaya penulisan yang rapi serta pilihan kata yang tepat menjadikan bacaan ini sangat menyenangkan untuk dinikmati hingga baris terakhir. situs wijaya88

  2. Jarang sekali menemukan artikel yang mampu menyajikan data dan argumen secara seimbang seperti ini. Ulasan di poin kedua benar-benar memberikan perspektif yang berbeda. Terima kasih penulis, karya ini sangat layak untuk dijadikan referensi!genting138 link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: